25 April 2010, Muara Takus, Great !!! Tepat, 6 bulan sejak perjalanan yang tertunda (baca tulisan sebelumnya), pertualangan ke Muara Takus pun terlaksana. Karena bosan dengan weekend yang biasa-biasa saja, muncullah niat untuk ke Muara Takus. Jam 8.30 berangkat dari rumah, dengan teman yang sama ketika ke Bangkinang 6 bulan lalu. Jam 8.30 berangkat dari [...]
Arsip untuk ‘Humaniora Budaya Nusantara’ Kategori
Dari Pekanbaru ke Muara Takus (Bagian III) : Eksotika Sisa Sriwijaya
Posted: 17 Mei 2010 in Catatan Perjalanan, Humaniora Budaya NusantaraDari Pekanbaru ke Muara Takus (Bagian II) : Niat Tertunda di Bangkinang
Posted: 17 Mei 2010 in Catatan Perjalanan, Humaniora Budaya Nusantara25 Oktober 2009. Niat Tertunda di Bangkinang. Baru 2 Minggu motor kesayangan saya (BH 2969 HH, nomor plat Jambi) berada di Pekanbaru, saya coba memberanikan untuk mengendarainya ke luar kota walaupun wilayah Pekanbaru belum saya kuasai. Dengan didampingi seorang teman senasib sepenanggungan seperatauan (maaf kalo agak sedikit berlebihan) yang baru 2 bulan saya kenal, Ega, [...]
Dari Pekanbaru ke Muara Takus (Bagian I) : Sejarah Muara Takus
Posted: 17 Mei 2010 in Catatan Perjalanan, Humaniora Budaya NusantaraCandi Muara Takus? Beberapa ada yang mengenalnya, paling tidak pernah mendengar nama. Di Sumatera, hanya terdapat 2 komplek percandian yaitu : Komplek Percandian Muara Jambi di Kabupaten Muara Jambi, Propinsi Jambi ; dan Komplek Percandian Muara Takus, di Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Banyak sumber yang menyatakan bahwa kedua komplek percandian ini adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya. [...]
Situs Purbakala Terluas Di Indonesia : Percandian Muara Jambi
Posted: 21 April 2009 in Humaniora Budaya NusantaraKeberadaan kompleks percandian ini menjadi bukti bahwa sekitar abad 4-5 Masehi, Kerajaan Malayu (Melayu Tua yang bercorak Budha) pernah beribu kota di Muara Jambi. Situs yang terletak sekitar 500 meter dari Sungai Batang Hari ini memiliki luas 155.269,58 hektar, sepuluh kali lebih luas dari situs borobudur, keberadaannya seperti tersembunyi dari peradaban. Bangunan-bangunan candi dan bekas [...]
