Pesona Dataran Tinggi Kerinci Bagian I : Teh Kajoe Aro Hangatnya Disukai Ratu Inggris

Posted: 16 April 2009 in Humaniora Ekonomi Indonesia
Tag:, , ,

IF you are cold, tea will warm you.

If you are too heated, it will cool you.

If you are depressed, it will cheer you.

If you excited, it will calm you.

(Pakar teh dunia dari Inggris, WE Gladstone, 1865).

Hijaunya bagaikan bentangan permadani

Hijaunya bagaikan bentangan permadani

Perkebunan teh dalam satu hamparan yang terluas di dunia ternyata ada di Indonesia, yaitu di Kayu Aro, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, sekitar 452 km sebelah barat Kota Jambi. Lokasi tepatnya, nun jauh di sana, di kaki sebelah selatan Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera (3.805 meter dari permukaan laut). Mata kami seperti tak ingin berkedip saat melintasi perkebunan teh Kajoe Aro yang dibuka sejak tahun 1925 M.

PT Perkebunan Nusantara VI (PT PN VI) yang menaungi atau mengelola perkebunan teh Kayu Aro saat ini memproduksi teh dengan merek dagang Kajoe Aro. Teh Kajoe Aro ini dibudidayakan di dataran tinggi (highland tea), pada ketinggian 1.400 sampai 1.600 meter dari permukaan laut (dpl). Perkebunan teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertinggi nomor dua di dunia, setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya dengan luas sekitar 500 hektar yang berada pada ketinggian 4.000 meter dpl. Namun,perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya tidak bisa dipetik sepanjang tahun, karena pada musim dingin tertutup salju.

Sejak pukul 07.00, aktivitas ratusan pemetik teh mulai hidup. Perempuan-perempuan setengah baya menggendong keranjang anyaman rotan dari rumah. Mereka langsung sibuk memetik pucuk-pucuk teh hijau dan menyusunnya dalam keranjang rotan, sambil asyik mengobrol satu sama lain. Suasananya sedikit aneh ketika mendengar mereka bercakap-cakap. Rasanya memang tidak seperti di Sumatera karena mereka menggunakan bahasa Jawa. Berusaha meyakinkan diri sendiri, saya bukan sedang di tanah Jawa kan? Dan, sebuah pertanyaan spontan meluncur, “Mengapa mereka tak ada yang berbahasa Melayu Jambi, padahal kita sedang berada di Kerinci?”

Perkebunan Teh Kajoe Aro yang dibangun sekitar tahun 1925 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Veriniging Amsterdam (NV HVA), ini semula digarap ramai-ramai oleh kuli atau pekerja-pekerja yang sengaja didatangkan dari Pulau Jawa. Nah, pemetik teh yang sekarang adalah anak-anak atau cucu-cucu para kuli pada masa lalu. Di Perkebunan Teh Kajoe Aro telah berkembang permukiman para pemetik kebun, lengkap dengan sarana kesehatan, pendidikan, dan pasar.

“Dari nenek, ibu, dan saya sendiri, kami semua bekerja di kebun teh ini,” tutur Ngadinem, pemetik teh yang neneknya berasal dari Pati, Jawa Tengah. Setelah mengobrol beberapa saat, Ngadinem mengingatkan kami untuk sebaiknya jangan sampai lupa mengunjungi Aroma Pecco, wisma dan taman di kawasan perkebunan. Di sana terdapat sebuah pohon teh berusia ratusan tahun. Diameternya sekitar dua meter.

Perkebunan Teh Kayu Aro dengan latar Belakang Gunung Kerinci

Perkebunan Teh Kayu Aro dengan latar Belakang Gunung Kerinci

Sjafrin Noer dari Bagian Humas PT Perkebunan Negara (PTPN) VI, yang mengelola perkebunan seluas 3.020 hektar ini, menjelaskan, pohon tersebut adalah salah satu yang tertua yang sengaja dilestarikan PTPN VI. Di sana juga terdapat buku-buku berbahasa Belanda yang memuat seputar Perkebunan Teh Kajoe Aro. Dari buku dan ceritanya, kami baru mengetahui besarnya perkebunan ini, dan begitu terkenalnya produk teh ini di mata dunia. Sekaligus juga kami berpikir, mengapa Perkebunan Teh Kajoe Aro malah tidak begitu dikenal di Tanah Air. Setidaknya kalah populer oleh perkebunan teh di Jawa Barat. Ini dikarenakan sebagian besar dari produksi teh kayu aro sengaja di ekspor ke luar negeri.

Tak hanya saat menikmati sejuk dan indahnya hijau perbukitan yang berada di ketinggian 1.400 meter hingga 1.600 meter dari permukaan laut (dpl). Selain menyaksikan pohon-pohon teh tua varietas Seddling asli didatangkan dari Belanda, kita juga dapat menikmati citarasa teh sesungguhnya.

Hendrik, asisten pabrik yang ditemani dua petugas tester berusia setengah baya, kemudian mengajak kami mencicipi enam rasa Teh Kajoe Aro terbaik di pabrik ini yang disebut Grade I. Cangkir-cangkir porselen disusun berderet, dan diisi teh berwarna agak kuning kemerahan. Minuman teh itu dicicipinya sesendok demi sesendok, dengan mulut yang memoncong, lalu air dalam sendok itu dihirup dengan cepat. Slurppp….

“Beginilah cara mengetahui rasa dan wangi Teh Kajoe Aro. Disedot cepat dari mulut. Memang terdengar agak keras, tetapi akan lebih terasa citarasa tehnya,” tuturnya.

Sekilas tak tampak perbedaan di antara teh-teh tersebut. Warnanya setelah diseduh dalam cangkir menjadi hampir-hampir sama, wanginya juga.

Enam rasa teh terbaik Kajoe Aro adalah jenis broken oranye pecco (BOP), broken oranye pecco fanning (BOPF), pecco fanning (PF), broken tea (BT), broken pecco (BP), dan dust. Masing-masing memiliki rasa yang berbeda meski sama-sama digolongkan teh hitam.

“Jika baru mencoba mencicipi, memang agak kurang peka membedakan wangi dan rasanya,” tutur Hendrik lagi.

Namun, jika minum teh ini sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian, akan jadi mirip seperti ketika kita minum anggur. Kita takkan lupa meresapi aromanya terlebih dahulu sebelum meminumnya dan tak perlu mencampurnya dengan gula karena sesungguhnya ada rasa manis yang spesifik pada teh ini. Perbedaan rasa pada masing-masing jenis teh tercipta dari fermentasi pada suhu tertentu yang menghasilkan enzim-enzim berbeda pembentuk rasa dan warna. Rasa teh jenis dust, misalnya, sangat kuat dan kelat di lidah, sedangkan warnanya pekat. Rasa teh jenis BP dominan mentol. Kalau yang jenis BOP warnanya lebih jingga, rasanya tidak terlalu kelat.

Seluruh jenis teh ini diakui oleh para penikmatnya, sebagai teh dengan citarasa terbaik yang ada di dunia. Itu sebabnya Ratu Inggris Elizabeth II masih setia menikmati Teh Kajoe Aro setiap hari. Bahkan, 80 persen dari hampir enam juta kilogram produksi teh kering per tahun yang dihasilkan PTPN VI, diekspor ke Inggris. Sisanya, diekspor ke sejumlah negara di Eropa, Timur Tengah, dan dalam negeri. Selain teh-teh Grade I, ada delapan jenis lain yang diproduksi, masuk kategori Grade II dan III.

Pada penjajahan Belanda, teh Kayu Aro dikenal sebagai minuman Ratu Belanda, Wihelmina. Sekarang diyakini juga menjadi minuman favorit Ratu Belanda Beatrix.

Teh Kajoe Aro diproses tanpa campuran kimia dan bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung riboflavin yang membantu pertumbuhan, pencernaan, dan vitalitas; Polifenol sebagai antioksidan jenis biolavanoid yang 100 kali lebih efektif dari vitamin C. Ini juga 25 kali lebih efektif dari vitamin E yang sangat berguna mencegah kolesterol jahat pemicu pertumbuhan plak penyumbat pembuluh darah arteri.

Hingga kini, pabrik teh Kayu Aro yang berusia 70 tahun itu merupakan pabrik teh terbesar di dunia dan masih aktif berproduksi.

(Dikutip dari Kompas 26 Januari 2007)

About these ads
Komentar
  1. Firdani Rusli mengatakan:

    Saya sangat heran di banyak Supermarket tidak ditemui Teh Kajoe Aro ini. Sampai saya berpikir orang Indonesia setelah merdeka sekian puluh tahun masih sulit untuk dapat menikmati Teh ini yang nota bene berasal dari negrinya sendiri, sungguh ironis !

    • the7th_aldi mengatakan:

      ya. benar, sayang nya teh kemasan ( teh celup dan teh seduh) hanya saya temui di jambi dan di padang, pernah di Jakarta, setiap saya sedang belanja di supermarket manapun selalu saya cari teh kayu aro, tapi tidak saya temukan…
      kalo mau, saya bisa kirimkan 1 bungkus teh ke anda, gratis koq, anggap saja sebagai penghargaan karena anda telah mengunjungi blog saya, heheh./.. halal koq. Silahkan kirimkan alamat anda ke email saya ke sultan_my_sultan@yahoo.com. secepatnya ya, selagi saya masih berada di jambi. salam.

    • vie mengatakan:

      siapa bilang bgtu??
      teh kajoe aro sdh bnyak dipasaran…

  2. Aldi Amdefi mengatakan:

    hmm… teh kayu aro…

  3. wahyu mengatakan:

    testimoni cita rasa teh nya membuat saya penasaran, sayangnya susah ya mencari produk ini di negri kita sendiri..
    msh berlaku tawaran td pak aldi?
    terima kasih yaa..

    • Aldi Amdefi mengatakan:

      wah pak wahyu, terimakasih telah mampir ke blog saya, oke deh penawaran masih di buka, saat ini saya sedang di pekanbaru, mungkin bulan depan baru saya ke Jambi, silahkan email kan alamat lengkap rumah bapak ke aldi.amdefi@pajak.go.id. terimakasih.

  4. obert mengatakan:

    saya sangat setuju dengan komentar ferdani yg mengatakan bahwa teh kayu aro sangat sulit sekali di temukan di supermarket2 di seluruh indonesia kecuali jambi dan sumatera barat…tpi menurut saya hal itu terjadi karena mungkin perusahaan PT PN VI lebih memilih meng ekspor teh hitam yang berkualitas tinggi yang belum di kemas ke negara tetangga dari pada memproduksi teh yang sudah jadi dan di pasarkan ke negara sendiri,hal tersebut dikarenakan keuntungan nya lebih besar meng ekspor dengan teh mentah kayu aro yang berkualitas tinggi.

    satu catatan….bahwa berbagai jenis produk teh yang anda temukan di pulau jawa bahan bakunya adalah berasal dari teh hitam kayu aro…

    • Aldi Amdefi mengatakan:

      ya begitu lah pak obert, ketika tahun 2004, saat saya dan teman2 mengunjungi pabrik teh kayu aro, dan di izinkan masuk untuk melihat proses produksi, disitu dijelaskan oleh pekerjanya bahwa teh yang berasal dari pucuk daun muda, yg menghasilakn teh hitam, di ekspor ke luar negeri, sementara teh merah yang kita kenal berasal dari ranting pangkal daun.

  5. hendrifresly mengatakan:

    teh lokal tak kalah saing

  6. hendrifresly mengatakan:

    kenapa harus da pasarkan jauh2 toh di lokalbanyak yang berminat

  7. tasya mengatakan:

    begitu hebat negeriku indonesia …. tapi knapa slalu tak dapat berkembang d dalam negri ketimbang d luar negri , taoi baguslh :)

  8. reno mengatakan:

    banyak koq teh kayu aro di seluruh indonesia, tau nga kualitas teh terbaik itu ada di kayu aro karena teh kayu aro terletak di dataran tinggi sehingga memiliki keunggulan tersendiri di bandingkan dengan teh lainnya yaitu aromanya yang khas nan tajam dan rasanya yang enak. seperti teh sari wangi mereka juga ngambil teh dari kayu aro namun memakai brand jual milik mereka, saya tau bahwa teh sari wangi yang mereka ambil dari kerinci itu sebagai penambah atau pemberi aroma teh yang lebih segar dan bagus dan teh yang mereka ambil adalah grade 4. kebanyakan teh yang ada di indonesia adakah teh grade 3 dan 4 hal ini karena orang indonesia nga sangup beli karena harganya yang mahal yaitu 3 dolar 8 sen per kilogram nya. teh kayu aro adalah teh kualitas ekspor terbaik dunia yang
    di ekspor ke seluruh dunia kecuali china dan jepang. teh di kayu aro adalah kebun teh terluas di dunia.

  9. undri sudarto mengatakan:

    terasa melekat ktikadi minum.
    enak tenan. sayang pemasarn blom meluas

  10. Ir.Bahrum Batubara mengatakan:

    saya juga sangat heran kenapa teh ini tidak bgt populer di dalam negri. apa pemerintah kurang tanggap dan mengedepankan kepentingan para pengusaha saja, yg mengakibatkan teh asal kerinci ini jauh tertinggal didalam negri dibanding sosro,sari wangi Dll. Ayo.. para pemimpin daerah cari tau dong gimana membuat potensi daerahmu jadi terpandang. ok… mudah mudahan kedepan kita semua semakin bangga dengan produk kita sendiri. jangan orang eropa tau poenya kita nikmat tetapi kita sendiri malah cari eropa punya yg jauh kurang nikmat dibanding poenya kita sendiri yang sangat dekat dimata.

  11. Hikari mengatakan:

    Aldi, kalo pulang ke jambi ntar minta oleh2 teh ya..

  12. fi-sa23 mengatakan:

    saya baru saja mengunjungi aroma pecco di kayu aro, indah sih, tapi kebersihannya kurang dijaga, kan sayang…

  13. alif mengatakan:

    saya pernah tinggal di kerinci (afdeling A) selama 10 tahun…rasanya kangen betul dengan suasana disna….sekarang saya menetap di purwakarta-jabar…
    bisa minta tolong di posting foto2 suasana di sana?terutama di tempat tinggal saya di batu hampar…kalo bisa sih lwt facebook aja
    akun fb saya ; aleaf O’ramaen ;

    makasi sblm n sesudahnya. ^^

  14. Riana mengatakan:

    Setiap pulang kampung lebaran ke Sumatera Barat, saya selalu membawa Teh Kayu Aro ke Jakarta, karena saya belum pernah menemukan Teh kayu aro di jual di jakarta. Sayangnya waktu lebaran kemaren, saya tidak menemukan teh ini di pasar swalayan yg biasa saya kunjungi untuk membeli teh ini, ironisnya dalam perjalanan balik ke jakarta, sewaktu melintasi prop Jambi, kota muaro bungo, saya sempat turun & singgah di sebuah toko swalayan. Lagi2 saya tidak mendapatkan teh ini, karyawan toko mengatakan kalau teh kayu aro sudah lama tidak dipasok. Bagaimana saya bisa mendapatkan teh ini lagi….?

  15. ryan.... mengatakan:

    kalo mau cri dta lbih dtail tentang kayu aro ataupun foto2 terbaru….add aj aku di ryan.prasetya7@gmail.com

  16. ryan prasetya mengatakan:

    kalo mau cri dta lbih dtail tentang kayu aro ataupun foto2 terbaru….add aj aku di ryan.prasetya7@gmail.com.aku orang kerinci asli…..

  17. ifnal mengatakan:

    pt perkebunan nusantara yg produksi teh masih harus jual melalui lelang di kantor pemasaran bersama (kpb) di jakarta, ini sudah kebijakan pemerintah. peserta auction di pt kpb jakarta itu sangat terbatas dan dominannya adalah para pembeli untuk dijual lagi ke LN. ya… sulit kita dapat teh kwalitas-1 di dalam negeri.

  18. [...] This post was mentioned on Twitter by kyu, kyu. kyu said: @simonhrp @defa_reza @infoJBI #faktajambi tentng apkh ratu inggris mengkonsumsi teh kayu aro bisa lihat di blog ini : http://bit.ly/fA7BHk [...]

  19. risnidar mengatakan:

    Ass.

    Saya ingin juga dikirim teh nya. Alamat rumah saya: Jl. Hockey No: 9 Medan, Sumatera Utara. Kode Pos: 20217.

    Wass

  20. vicky kurniawan mengatakan:

    hahahaha, , ,sya sbagai orng indonesia yg tnggal di kerinci bngga,trnyata teh kayu aro dgemari masyarakat indonesia dan bhkan smpai ke dunia,hahahaha, , ,trnyata trbukti kan indonesia bsa lbih mju dbanding negara lain klo indonesia sndirnia ingin mju

  21. ross mengatakan:

    mau dong tehnya…bisa nyoba cicipin gak?

  22. Willy mengatakan:

    Saya adalah salah satu pecinta Teh
    apalagi teh hijau aroma melati
    Apakah kayu aro memproduksi teh hijau aroma melati ?
    harga 3 dolar 8 sen per kilogram nya mahal ? saya masih sanggup kok beli dengan harga segitu
    kenapa ngga dijual di jakarta jg ? saya yakin banyak org yg mau membeli dengan harga segitu.
    ada alamat toko di jakarta yg menjual teh kayu aro ?

    Thanks

  23. sri utami mengatakan:

    tolong dong…pasarkan di supermaket, saya tinggal di solo. saya pingin teh kayu aro.

  24. riasaptarika mengatakan:

    Nice Posting I like the kebun Teh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s