Pesona Dataran Tinggi Kerinci, Bagian II : ORANG PENDEK MISTERI DUNIA YANG TAK TERPECAHKAN

Posted: 15 April 2009 in Humaniora Sosial Kemasyarakatan

prediksi uhang pandak (bahasa Indonesia :orang pendek) menurut warga setempat

Orang Pendek adalah misteri sejarah alam terbesar di Asia; ahli binatang telah mendaftarkan laporan kera misterius di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari 150 tahun. Sampai hari ini, binatang yang di Kerinci dikenal sebagai “uhang pandak”, tetapi juga karena variasi yang membingungkan dari nama dialek setempat, sampai sekarang masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan.

Orang pendek ialah nama yang diberikan kepada seekor binatang (manusia?) yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun yang kerap muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi. Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan orang pendek hingga sekarang masih merupakan teka-teki. Tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu. Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut. Sekedar informasi, Orang pendek ini masuk kedalam salah satu studi Cryptozoology. Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah beberapa kali di lakukan di Kawasan Kerinci, Salah satunya adalah ekspedisi yang didanai oleh National Geographic Society. National Geographic sangat tertarik mengenai legenda Orang Pendek di Kerinci, Jambi, beberapa peneliti telah mereka kirimkan kesana untuk melakukan penelitian mengenai makhluk tersebut.

Adapun cerita mengenai orang pendek pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah Marco Polo tahun 1292, saat ia bertualang ke Asia. Walau diyakini keberadaannya oleh penduduk setempat, makhluk ini dipandang hanya sebagai mitos oleh para ilmuwan, seperti halnya yeti di Himalaya dan monster Loch Ness Inggris Raya.

Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki) tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm) dan memiliki banyak bulu diseluruh badan. Bahkan tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak.

Legenda Mengenai Orang Pendek sudah secara turun temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat Suku anak dalam. Mungkin bisa dibilang, Suku Anak Dalam sudah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di kawasan tersebut. Walaupun demikian, jalinan sosial diantara mereka tidak pernah ada. Sejak dahulu Suku Anak Dalam bahkan tidak pernah menjalin kontak langsung dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang sering terlihat, namun tak pernah sekalipun warga dari suku anak dalam dapat mendekatinya. Ada suatu kisah mengenai keputusasaan para Suku Anak Dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya namun selalu gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun komunitas mereka di kawasan Taman Nasional juga pernah dilakukan, namun juga tidak pernah ditemukan.

Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun yang paling terkenal adalah Kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Mr. Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pada suatu catatan kisahnya, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Mr. Heerwarden sadar mereka bukan sejenis siamang maupun perimata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar. Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil.

Sumber-sumber dari para saksi memang sangat dibutuhkan bagi para peneliti yang didanai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek. Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi Orang Pendek. Namun, sejak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, sejauh ini hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan. Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan dibiayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional (http://fauna-flora.org). Dalam ekspedisi yang dinamakan “Project Orang Pendek” ini, mereka terlibat penelitian panjang disana. Secara sistematik, usaha-usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain adalah pengumpulan informasi dari beberapa saksi mata untuk mengetahui lokasi-lokasi di mana mereka sering dikabarkan muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat dimana disana terdapat beberapa kamera yang selalu siap untuk menangkap aktivitas mereka. Rasa putus asa dan frustasi selalu menghinggap di diri mereka ketika hasil ekspedisi selama ini belum mendapat hasil yang memuaskan.

Jejak kaki orang pendek, hampir menyerupai jejak kaki manusia purba


Hubungan Kekerabatan Yang Hilang

Beberapa pakar Cryptozoology mengatakan bahwa Orang Pendek mungkin memiliki hubungan yang hilang dengan manusia. Apakah mereka merupakan sisa-sisa dari genus Australopithecus?
Banyak Paleontologiest mengatakan bahwa jika anggota Australopithecus masih ada yang bertahan hidup hingga hari ini, maka mereka lebih suka digambarkan sebagai seekor siamang. Pertanyaan mengenai identitas Orang Pendek yang banyak dikaitkan dengan genus Australopitechus ini sedikit pudar dengan ditemukannya fosil dari beberapa spesies manusia kerdil di Flores beberapa waktu yang lalu. Fosil manusia-manusia kerdil “Hobbit” berjalan tegak inilah yang kemudian disebut sebagai
Homo Floresiensis. Ciri-ciri fisik spesies ini sangat mirip dengan penggambaran mengenai Orang Pendek, dimana mereka memiliki tinggi badan tidak lebih dari satu seperempat meter, berjalan tegak dengan dua kaki dan telah dapat mengembangkan perkakas/alat berburu sederhana serta telah mampu menciptakan api. Homo Floresiensis diperkirakan hidup diantara 35000 – 18000 tahun yang lalu.

Apakah Orang Pendek benar-benar merupakan sisa-sisa dari Homo Floresiensis yang masih dapat bertahan hidup? Secara jujur, para peneliti belum dapat menjawabnya. Peneliti mengetahui bahwa setiap saksi mata yang berhasil mereka temui mengatakan lebih mempercayai Orang Pendek sebagai seekor binatang. Debbie Martyr dan Jeremy Holden, juga mempertahankan pendapat mereka bahwa Orang Pendek adalah seekor siamang luar biasa dan bukan hominid.

Referensi:
*Allen, Benedict. Hunting the Gugu. Faber and Faber

*Newton, Michael. Encyclopedia of Cryptozoology: A Global Guide to Hidden Animals and Their Pursuers

*http://www.orangpendek.org

Komentar
  1. zul amri mengatakan:

    saya juga pernah mengalami pada tahun 1996 waktu pendakian gunung krinci pada hari kamis dipingang bukit suara segterombolan orang mendekati perkemahan kami dan mengitarinya di tengah malam pada waktu itu kami satu2nya tim ygng mendaki

  2. zul amri mengatakan:

    zul 081365684442

  3. Aldi Amdefi mengatakan:

    Thx pak zul.

  4. herman mengatakan:

    nah…
    jok… banyak yang pengen tau tuh ttg artikel ente ni…
    mokasi infony…
    tp masih haus niiihhh….

  5. MeLiSa mengatakan:

    kok byk bgd sich org yg mo cri tau tntng org pndk to. . . . .
    mank cpa bgd org pndk to. . . .

  6. ismex mengatakan:

    disini jg ada suku ank dlm ladeh sungai pnuh tp udh pnya ank 3,hehehe

  7. Ferdiansyah Pepep mengatakan:

    tahun 2004,saya pernah mendaki gunung kerinci,di selter 2 kami menginap,,trepat pukul 2 pagi saya dan teman saya melihat bayangan yang mengitari tenda kami dengan postur tubuh tidak begitu tinggi

    • Aldi Amdefi mengatakan:

      wah, benar itu? hmm mmg banyak cerita asal muasal orang pendek, ada yg bilang mereka adalah sisa manuasi purba pigmi (kerdil) yang masih hidup, ada juga mengatakan bahwa mereka adalah hewan jenis primata, dan ada juga yang bilang kalau mereka adalah hantu.

  8. ramanung mengatakan:

    d renah kayu embun terdapat satu koloni manusia pendek digunung malaikat

  9. eko aga prarayudi mengatakan:

    wah seru jg ya baca cerita orang pendek…? pernah cich denger crta orang tu dulu tentang orang pendek…!!! tpie bner pa ngak ya orang pendek itu ada!!!mmmmm…jd bingung ne..!
    misteri bangeeetzz…

  10. alfian destomo mengatakan:

    sangat menarik,,, tapi belum jelas kalau tidak melihat foto asliya…

  11. nugie mengatakan:

    crita ini membuat saya trtarik untk menyelidikinya.

  12. ocha mengatakan:

    ok jg th mendalami cerita orang pendek,,tp apakah benar orang pendek yg seperti th masih ada n sampai puluhan tahun umur’a..??

  13. renno mengatakan:

    Kudu diteliti bener” tuh….terlepas makhluk itu ada pa enggaknya,yg jelas udah bikin banyak orang bertanya”….

  14. ryon mengatakan:

    wah cma orng pndek aja pnzran orng aja

  15. ZESKA QINCAY mengatakan:

    ini boleh dibilang mitos..
    tp, sebagian dari masyarakat mengatakan pernah melihat… yaaaahhh sudahlah…
    apapun itu mo org pendek/org utan dll..
    ga masalah… asal jangan orang maling.. alias maling hutan n jaga slalu TNKS…
    salam lestari.. buat tmn2 ku di sispala smansa se.penuh!!
    long time no see… hehe

  16. njie mengatakan:

    wah jadi penasaran ne pengen bisa leat gambar sosok orang pendek,,,,tapi gmn bs mereka di ambil gambarnya klo setiap ketemu manusia dpastikan mereka lari duluan,,,,hwahahahaaaa

  17. malauminalukman mengatakan:

    ayo ayo para ilmuan jangan berhenti penelitian nya.., jadi nggantung kan informasi nya., hihihihih

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s